Memahami Seluk Beluk Investasi Saham

Sumber : www.finansialku.com

Ketika mendengar kata “saham”, apa yang ada di pikiran Anda? Investasi bermodal besar? Keuntungan yang besar? Risiko tinggi? Atau investasi yang hanya cocok untuk kaum berduit?

Saham memang memiliki konotasi tersebut di masyarakat. Tak heran, banyak yang tidak mau bermain saham karena merasa bukan investasi pemula yang bisa dikelola dengan modal kecil saja. Investasi uang ini memang dikhususkan untuk mereka yang memiliki dana besar dan tentu saja siap untuk menanggung risiko tinggi. Hal ini dikarenakan saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan atau badan usaha. Jadi jika Anda membeli sebuah saham, maka Anda pun akan menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Menarik, bukan?

Ingin bermain saham namun masih bingung dengan investasi ini? Berikut beberapa hal yang bisa Anda pelajari jika ingin terjun ke dunia saham.

Pelajari dan pahami investasi saham

Jangan membeli suatu produk yang tidak Anda pahami. Jadi sebaiknya jika masih pemula, pelajari saham dengan membuka website Bursa Efek Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membaca referensi, majalah, dan aneka buku mengenai saham agar tahu cara memilih investasi, perlunya berinvestasi, tahapan di dalam investasi, bagaimana memilih produk investasi, dan lain-lain secara detail.

Tentukan tujuan investasi

Tujuan adalah hal yang penting ditentukan sebelum memulai investasi apapun. Misalnya Anda memiliki tujuan berinvestasi saham untuk membeli rumah idaman, atau untuk dana pendidikan anak-anak, atau pun untuk yang lebih visioner lagi yaitu simpanan hari tua kelak. Jika tujuan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menetapkan target yang diinginkan.

Pencapaian target

Langkah selanjutnya adalah menetapkan target yang ingin dicapai ketika membeli saham di pasar modal. Pencapaian target ini maksudnya Anda wajib mengetahui berapa dana yang ingin dicapai sebagai return atau keuntungan. Pencapaian target ini perlu dilakukan supaya investasi lebih terarah.

Tentukan waktu

Anda memiliki dua pilihan, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Investor jangka pendek biasanya hanya memerhatikan kapan waktu untuk membeli dan menjual saham. Sedangkan investor jangka panjang memerhatikan saham apa yang ingin dibeli atau dijual, dan pada harga berapa ia akan membeli atau menjual saham tersebut. Jika ingin berinvestasi saham, jadilah investor jangka panjang agar hasilnya lebih terasa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *