Mengatasi Depresi dengan Hipnoterapi

“Mengatasi depresi Anda hanya dengan 1 kali hipnoterapi….”

“Apakah saat ini sedang mengalami depresi? Apakah Anda merasa bahwa hidup ada sudah tidak berguna lagi. Ataukah mungkin Anda merasa tidak ada lagi yang bisa membahagiakan hidup Anda.”

Depresi merupakan gangguan psikologis yang ringan dan mudah disembuhkan. Anda tidak perlu khawatir banyak klien kami yang bisa sembuh permanen hanya dengan sekali terapi saja.

Apakah Anda menginginkan diri Anda yang dulu? Yang jauh lebih bahagia, damai, tentram, bebas?

Anda merasa terjebak di situasi dan keadaan yang sangat tidak Anda inginkan saat ini. Anda juga tidak mengetahui cara untuk bisa kembali bahagia dan ceria seperti dulu.

Terjadinya depresi pada seseorang adalah suatu yang wajar dan alamiah. Setiap orang pernah mengalami depresi. Hanya saja kadar efeknya berbeda-beda untuk setiap orang. Ada orang yang ketika mengalami depresi dia akan segera pulih seperti sediakala. Ada juga yang mengalami depresi namun depresi yang dia alami tidak kunjung hilang dari pikirannya.

Menurut buku besar Ilmu Psikologi ganguan mental yang berkepanjangan yang mempengaruhi perilaku, perasaan dan pola pikir seseorang. Ganggguan mental yang sering muncul adalah rasa tidak berdaya dan kehilangan harapan hidup.

Mungkin Anda juga pernah mengalami depresi tanpa diketahui sebab yang pasti. Semakin tidak ketemu penyebab depresi yang Anda alami maka semakin depresi diri Anda.

Penyebab depresi bisa bermacam-macam seperti : akibat penyakit, faktor hormonal, baby blouse syndrom, konflik keluarga, masalah kepribadian, konflik internal dan lain sebagainya.

Seseorang yang terkena dipresi biasanya menunjukkan gelaja baik fisik maupun psikologis.

Secara garis besar gejala yang dialami oleh seseorang yang menderita depresi sebagai berikut :

Insomnia atau ganguan tidur.

Tidak produktif atau pasif. Menurunnya efisiensi kerja. Seseorang yang mengalami depresi biasanya tidak fokus terhadap suatu hal, termasuk dalam bekerja. Dia lebih sering melakukan aktivitas di luar pekerjaannya seperti merokok, makan dan minum, ngobrol yang tidak penting. Kegiatan tidak penting tersebut merupakan kompensasi dari permasalah depresi yang dia hadapi.

Motivasi kerja yang kurang. Seseorang yang mengalami depresi akan banyak menghabiskan energinya untuk memikirkan, merasakan apa yang dialaminya. Sehingga ketika akan melakukan sesuatu pastinya motivasinya juga sudah tidak ada.

Mudah letih dan capek. Penderita depresi selalu menghabiskan waktu untuk hal-hal yang membuat dia semakin terjerumus ke masalahnya. Energi yang dihabiskan tentunya membuat si penderita depresi merasa capek.

Gejala psikologis yang sering dialami oleh orang yang mengalami depresi sebagai berikut :

Hilangnya rasa percaya diri. Orang yang mengalami depresi sering memandang negatif dirinya sendiri. Orang yang mengalami depresi sangat suka untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Dia memandang orang lain lebih sukses, lebih kaya, lebih berpendidikan, lebih produktif, lebih disayang bosnya dan lain sebagainya.

Sensitif. Orang yang mengalami depresi sering mengkaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Karena terlalu sensitif kadang peristiwa yang sebenarnya bersifat netral oleh lingkungan disekitarnya, akan dia anggap sebagai peristiwa yang menyangkut dirinya. Sehinga dia cenderung menyendiri, murung, sedih.

Merasa tidak berguna. Hal tersebut dikarenakan dia merasa gagal di tempat yang seharusnya dia sukses. Contoh seorang kepala bagian di perusahaan yang dimutasi oleh atasannya ke bagian yang lain. Perasaan yang timbul ketika dimutasi bukan positif justrus dia menganggap bahwa mutasi yang dilakukan oleh atasannya merupakan bentuk ketidakpercayaan atas kemampuan dia dalam memimpin suatu divisi atau bagian di perusahaan. Padahal belum tentu faktanya seperti itu. Bisa jadi mutasi itu merupakan kebijakan rutin yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Perasaan yang selalu bersalah. Seseorang yang mengalami depresi menganggap bahwa suatu kerjadian yang dia alami atau menimpa dirinya merupakan suatu balasan dari kegagalan dia melakukan suatu tugas atau tanggung jawab.

Menyendiri. Seseorang yang mengalami depresi lebih suka menyendiri. Dia beranggapan bahwa masalahnya tidak mungkin bisa dipecahkan oleh orang lain. Dia tidak bersedia untuk berbagi masalah yang dia alami. Dia lebih memilih untuk menyimpan masalahnya ketimbang berkonsultasi dengan orang yang berkompeten untuk menyelesaikan masalahnya.

Seperti yang telah kami jelaskan bahwa seserang yang mengalami depresi bersifat tertutup. Tidak mau berbagi kepercayaan dengan orang lain, sekalipun dia memiliki kesempatan untuk berbagi cerita untuk meringankan masalahnya.

Penderita depresi akan semakin larut dalam depresinya karena dia mengambil penyelesaian dengan mengandalkan dirinya sendiri yang terkadang belum tentu mampu untuk menyelesaikan masalahnya.

Orang yang mengalami depresi terkadang malu untuk mengungkapkan depresinya karena mungkin saja dia orang penting, kedudukannya atau status sosialnya yang tinggi di mata banyak orang.

Sehingga kalau sampai orang banyak tahu bahwa dia mengalami depresi maka harga dirinya akan jatuh. Depresi bukanlah penyakit psikologis yang berat. Depresi bisa disembuhkan asalkan dia mau percaya kepada hipnoterapis untuk memandu dirinya menyelesaikan masalah utama depresinya.

Hipnoterapi terbukti mampu mengatasi depresi yang Anda alami dengan aman, cepat, efektif dan permanen.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *